Wednesday, 1 January 2014

Asal Usul Nama Rembang

 
Legenda Rakyat Dari Kabupaten Rembang
Pengantar
Jangkar Kapal Dampo Awang di Dampo Awang Beach (Pantai Kartini)
Sebelum Penulis sampaikan cerita ini perlu pembaca pahami bahwa legenda dari Rembang ini memiliki beberapa versi namun penulis berusaha memberikan cerita yang memiliki garis besar yang sama berdasarkan cerita turun-temurun yang penulis ketahui.
Jawa sebagai pusat perdagangan pada abad 13-15 mempunyai beberapa pelabuhan besar diantaranya, Pelabuhan Sunda Kelapa, Pelabuhan Cirebon, Pelabuhan Semarang, Pelabuhan Lasem, Pelabuhan Tuban, serta Pelabuhan Surabaya. Pelabuhan-pelabuhan tersebut sudah banyak dikenal oleh orang asing maka tak mengherankan banyak bersandar kapal-kapal dagang asing yang igin memasarkan hasil dari negaranya atau berlabuh untuk menjalin kerjasama dengan beberapa kerajaan besar di tanah Jawa. Beberapa kapal asing itu antara lain kapal dari Tiongkok, Arab, Persia, Gujarat, dan sebagainya.
            Jawa sebagai pusat penyebaran agama Islam di tanah air terutama pada daerah pesisirnya menjadi pusat adalah Wali Songo (Wali Sembilan) yang berjasa besar dalam menyebarkan agama Islam Secara damai sehingga mudah diterima oleh penduduk Jawa Yang saat itu mayoritas beragama Hindu-Budha atau Aliran Kepercayaan. Akibat kepiawainnya megakulturasikan kebudayaan lokal dengan kebudayaan Islam, Islam sangat cepat berkembang dengan Demak sebagai pusat Kraton Islamnya bahkan Islam yang berkembang saat itu dituding menjadi penyebab utama dari kemunduran Kerajaan Majapahit, bahkan salah satu Raja terkenal Majapahit yaitu Raja Brawijaya V diyakini sudah beragama Islam, ahir abad 14 Kerajaan Besar Majapahit musnah yang ditandai dengan Chandra Sengkala (tahun Jawa kuno) “Sirno Ilang Kertaning Bhumi” atau tahun 1400M.
            Setelah kemunduran Majapahit itulah mencul kerajaan Islam pertama di Jawa yaitu kerajaan Demak yang di dukung oleh para wali. Beberapa peninggalan Majapahitpun diangkut ke Demak salah satunya Pendopo depan Majapahit yang kini di pakai di Masjid Agung Demak. Pusat Islam di Jawa meliputi wilayah Cirebon, Lasem, Tuban, Gresik dan hampir seluruh pesisir utara Jawa.
Al Kisah
Sunan Bonang dan Dampo Awang Beserta Jangkar Kapal Dampo Awang
            Sejak dulu Tiongkok atau Cina dikenal sebagai pedagang dan pelaut yang ulung para utusan kerajaan maupun para pedagangnya menyebar ke seluruh dunia. Termasuk ke Nusantara terutama untuk mencari rempah-rempah sseta memasarkan hasil kerajinannya diantaranya Emas, Kain Sutera, Keramik, Lukisan dan sebagainya.
            Dahulu kala datanglah seorang pelaut dan pedagan yang sangat tersohor yang bernama Laksamana Cheng Ho atau lebih dikenal dengan nama Zeng He namun berbeda untuk masyarakat Rembang yang menyebut dia dengan nama Dampo Awang pada tahun 1405M beserta kapal-kapal pengawalnya yang berisi prajurit kerajaan. Awalnya ia hanya seorang kasim biasa namun karena kepandaiannya ia diangkat oleh raja Zhu Di menjadi utusan kerajaan, pelaut sekaligus, seorang pedagang yang ulung. Dalam sebuah memulai kegiatan perniagaan di Rembang utamanya di sekitar Pelabuhan Lasem yang sekarang terletak di Desa Ndasun, di Lasem sendiri terdapat sungai yang cukup besar yaitu sungai Babagan yang dulu digunakan senagai jalur transportasi maka tak mengherankan di sekitar sungai Babagan berdiri perkampungan Pecinan dan Klenteng-klenteng. Cheng Ho sebagai orang asing yang melakukan kegiatan perniagaan dan tinggal sementara di Lasem boleh dibilang ia hampir menguasai perdagangan di Pesisir Rembang si kisahkan ia mempunyai kediaman sementara yang cukup besar yang di jaga ketat oleh pasukan gagah yang ia bawa dari negeri Tiongkok, awalnya masyarakat menerima Dampo Awang dengan baik karena keramahannya tapi setelah ia merasa kaya dan sukses dalam berdagang ia mennjadi sombong dan Congkak bahkan terkesan semena-mena kepada rakyat setempat.
            Berita inipun sampai ke Sunan Bonang selaku sesepuh di Lasem dan sekitarnya, Lasem yang saat itu sudah dikenal sebagai kota yang religius dengan Sunan Bonang sebagai orang yang dituakan. Karena banyak mendengarkan keluhan dari banyak warga dan santrinya Sunan Bonang pun mengunnjungi kediaman Dampo Awang yang tidak jauh dari Pelabuhan Lasem bermaksud menayakan tentang hal ini.
            Beliau datang dengan dua orang santrinya, beliau seperti biasa menggunakan sorban putih dan berpenampilan sederhana namun terlihat sangat berwibawa. Setelah menempuh perjalana dari Pondoknya di Desa Bonang ahirnya Sunan Bonang Sampailah di kediaman Dampo Awang yang sangat megah di kelilingi tembok yang tebal dan tinggi, di depan gerbang rumahnya berdiri dua penjaga yang sangat gagah tinggi besar dan terlihat membawa tameng dan tombak yang runcing.
Penjaga: “Hai siapa kalian, berani-beraninya datang ke kediaman Lakmana Agung dari  Tiongkok!”
Santri: “Kami dari Bonang  saya dan Sunan (Bonang) ingin bertemu sebentar dengan Tuanmu Dampo Awang”
Penjaga: “Hahahaha... seenaknya kalian ingin bertemu dengan Tuanku, kalian hanya rakyat jelata kalian tidak kami ijinkan!”
Santri: “hei jaga bicaramu penjaga...kalian tidak tau kalau beliau ini adalah Kyai dan Ulama’ Besar di Lasem ini..
Sunan Bonang: “sudah..sudah cukup tidak usah berseteru lagi..penjaga kalau kami tidak diijinkan masuk baiklah sampaikan sekarang juga pada Tuanmu, Sunan Bonang ingin bertemu”
Penjaga: “Baiklah..”
Kemudian salah satu penjaga menemui Dampo Awang yang nampak sibuk menghitung dan mendata beberapa hasil perniagaannya
Penjaga: “Ampun Tuanku, Ada 3 Orang ingin bertemu Tuan...salah satu nama mereka adalah Sunan Bonang”
Dampo Awang: “Sunan Bonang? (Dampo Awang terkejut) baiklah suruh mereka masuk”
Bergegas sang penjaga kembali ke gerbang rumah Dampo Awang dan mempersilahkan mereka masuk.
Dampo Awang: “Selamat datang saudaraku, lama tidak bercengkarama denganmu..silakan duduk..silahkan..dan nikmati hidangan yang ada di meja...”
Sunan Bonang: “Terimakasih Dampo Awang...bagaimana kegiatan perniagaanmu?”
Dampo Awang: “hahaha...angin barat tahun ini agaknya sedikit menghambat kegiatanku berlayar dan berdagang”
Sunan Bonag; “Tak apalah Dampo Awang kiranya Laksamana Sebesar anda sudah terbiasa dengan kondisi alam seperti ini”
Dampo Awang: “hahaha...emm sebenarnya ada apa gerangan Sunan dan santri sunan bersedia berkunjung ke kediamanku, sepertinya ada hal penting?”
Sunan Bonang: “ Saudaraku...sebelumnya saya minta maaf atas kedatanganku ini..bukan bermaksud apa-apa Cuma saya mendapat banyak keluhan dari warga Lasem tentang anda,ya tentang sikap anda kepada pedagang kecil dan penduduk sekitar”
Dampo Awang: “sikapku yang mana Sunan?”
Sunan Bonang: “Mohon maaf sekali lagi, bukan maksud saya memfitnah anda..mereka bercerita tentang sikap sombong anda serta kesewang-wenangan anda kepada pedagang kecil di sekitar Pelabuhan Lasem”
Mendengar ucapan Sunan Bonang itu Dampo Awang mulai naik pitam...ia marah dan tersinggung dengan ucapan Sunan Bonang dan Berkata
Dampo Awang: “ Sunan Bonang...aku teringgung dengan ucapanmu itu..pengawal usir mereka dari sini...”
Santri: “Dampo Awang kamu telah bersikap tidak sopan dengan sesepuh Lasem..keterlaluan kamu...ingatlah kamu hanya seorang pendatang kami bisa saja mengusirmu dari Lasem!!”
Mendengar ucapan itu Dampo Awang semakin marah besar kemudian ia berkata
Dampo Awang: “ Baiklah kalau begitu aku juga tidak pernah takut dengan kalian...hei Sunan Bonang..besok pagi datanglah bersama santri-santrimu hadapi aku dan pasukanku siapa yang paling hebat disini dan siapa yang berhak di usir dari Tanah Lasem ini!!...”
Sunan Bonang: “Aku tidak pernah menginginkan semua ini diselasaikan dengan kekerasan..tapi kalau itu maumu baiklah...”
Kemudian Sunan Bonang pulang, sore harinya ia memberitahukan kepada santri-santrinya tentang ucapan Dampa Awang, semua santri bersedia ikut berperang mengusir kesombongan Dampo Awang dan para pasukannya. (Pondok pesantren Sunan  Bonang di yakini berada di sekitar Pasujudan Sunan Bonang yang sampai sekarang banyak dikunjungi peziarah).
Di pagi yang buta tampak kapal-kapal besar dampo Awang sudah terlihat berlabuh di Pantai Bonang dekat Pondok Sunan Bonang. Ia bersama pasukan yang bersenjatakan tameng tombak dan pedang. Di pinggir pantai Sunan Bonang yang berdiri paling depan beserta santrinyapun sudah siap mengahdapi pasukan Dampo Awang. Sunan Bonang dan santrinya mengenakan pakaian putih dan mengenakan sorban putih sambil memegang tasbih seraya berdzikir kepada Tuhan.
            Dampo Awang langsung menabuh genderang perang, dan perang besarpun dimulai. Pasukan Dampo Awang dari atas kapal menembakkan peluru-peluru meriam membuat santri Sunan Bonang banyak yang meninggal. Santri-santri ahirnya berhasil naik ke atas kapal dan terjadi peperangan yang memakan banyak korban di kedua belah pihak. Di sisi lain Dampo Awang dan Sunan Bonang berhadapan saling mengandalkan ilmu kanoragannya. Pepearangan di udara antara mereka terlihat imbang karena sama-sama sakti mandra guna, Dampo Awang kembali kembali turun ke kapal besarnya sedangkan Sunan Bonang justru terbang ke atas bukit Bonang, dari atas bukit ia mengeluarkan aji-aji kanoragannya tepat mengenai kapal Dampo Awang dan hancurlah kapal yang sangat besar itu beserta isinya berhamburan terpental jauh skitar 15 km hingga ke Rembang, layarnya membatu kini menjadi Bukit Layar di desa Bonang Kecamatan Lasem, Jangkarnya yang besar terpental sampai di Pantai Kartini Rembang, tiang kapalnya menancap dekat pasujudan Sunan Bonang di desa Bonang, lambung kapalnya tengkurap yang kini menjadi Gunung Bugel (lereng Gunung Lasem) antara Lasem dan kecamatan Pancur.
            Karena dalam pertarungan itu tidak ada yang kalah dan menang ahirnya Sunan Bonang menghenntikan duel udara itu yang hingga sampai di  pesisir desa Pandean Rembang itu.
Sunan Bonang: “Dampo Awang ilmu kita sepertinya imbang, bagaimana kalau kita bertarung dengan cara lain..”
Dampo Awang: “hahahaha..Sunan Bonang mau melawan aku dengan cara apa lagi kamu?!”
Sunan Bonag: “Lihatlah Jangkar kapalmu itu, tebaklah apakah jangkar itu akan Kerem (tenggelam) atau Kemambang (terapung)?”
Dampo Awang: “hei kalau Cuma menebak seperti itu anak kecil juga bisa..jelas jangkar besi itu akan Kerem (tenggelam)”
Sunan Bonang: “kamu salah Dampo Awang jangkar itu akan Kemambang (terapung)”
Karena mereka sama-sama sakti ketika mereka mengucap Kerem jangkar itu akan tenggelam dan Kemambang jangkar itu akan terapung
Kedua Kata KEREM dan KEMAMBANG saling terucap dari mereka dan jangkarpun menjadi tenggelam dan terapung (Kerem dan Kemambang).
Ahirnya Jangkar besi besar itu Kemambang dengan demikian Sunan Bonang memenangkan pertarungan itu, maka Dampo Awang beserta pasukannya bersedia pergi dari Lasem dan pindah ke Semarang. Dalam Hati Sunan Bonang Berkata dalam Bahasa Jawa “Wewengkon kang jembar pinggir segoro nangin isih kebak alas iki tak wenehi aran REMBANG supoyo ing reja-rejaning jaman wong biso reti lan iling ono prastawa kang gedhe ing jamanku iki”. (wilayah yang luas pinggir laut namun masih berhutan lebat ini saya beri nama REMBANG agar saat peradaban mulai ramai orang bisa tau dan ingat pernah ada peristiwa yang besar di jamanku ini).
sumber :
Agung Atmadja

Asal Mula Desa Tuyuhan

Cerita Rakyat dari Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang 

 – Sebagian besar masyarakat di Kabupaten Rembang mungkin sudah pernah mendengar atau mengenal nama sebuah desa bernama Tuyuhan yang terletak di Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang. Bahkan mungkin sebagian besar sudah pernah masuk ke kawasan tersebut karena memang desa Tuyuhan terkenal dengan masakan khasnya yaitu “Lontong Tuyuhan”, lalu bagaimana asal usul nama desa Tuyuhan itu ditetapkan? Jika ingin tahu berikut ceritanya.
Kisaran tahun 1734 datanglah seseorang lelaki dari Lasem bernama Eyang Jumali. Eyang Jumali merupakan salah satu keturunan Eyang Sambu yang makamnya kita ketahui berada di lingkungan masjid agung Lasem. Adapun maksud dan tujuan Eyang Jumali datang ke tempat yang baru, yang masih berupa hutan pada saat itu untuk mendirikan sebuah perkampungan. Jika keinginannya telah terwujud, untuk selanjutnya ingin medirikan tempat padepokan guna menyebarkan agama Islam. Karena itu dalam perjalanannya setelah memperoleh sebuah tempat yang dianggapnya cocok untuk mewujudkan cita-citanya, Eyang Jumali segera mendirikan sebuah gubug sederhana di pinggir sungai. Dan tidak lama kemudian Eyang Jumali sudah berhasil mengajak orang-orang sekitar untuk diajak mempelajari ilmu agama Islam.
Rupanya upaya Eyang Jumali untuk menyebarkan agama Islam di tempat yang baru itu tidaklah sia-sia. Dalam kurun waktu yang tidak begitu lama telah banyak orang yang mau bergabung dengannya. Padepokan yang semula hanya sebuah gubug itu telah mengalami perkembangan yang sangat pesat. Tempat yang semula dianggap sebagai tempat yang angger itu telah berubah menjadi sebuah perkampungan yang banyak dihuni orang. Hanya saja, meski tempat yang angker telah berubah menjadi sebuah perkampungan, keangkeran tempat itu masih belum sepenuhnya dianggap sirna. Oleh warga yang tinggal ditempat itu, mereka masih meyakini ada dua buah batu angker yang terletak di tengah sungai.
Melihat kenyataan itu, untuk menghapus keyakinan para pengikutnya bahwa dua buah batu yang terdapat di tengah sungai itu memiliki keangkeran yang luar biasa, Eyang Jumali mempunyai kiat yang unik. Karena memang rumah Eyang Jumali berada di tepi sungai, oleh Eyang Jumali dua buah batu yang dianggap angker itu dijadikan tempat berbuang hajat. Dengan kata lain dua buah batu tersebut oleh Eyang Jumali dijadikan tempat untuk hajat besar dan kencing. Dalam bahasa jawanya “Watu kanggo panggonan wuyuhan”. Setiap hari Eyang Jumali membuang hajatnya di 2 batu tersebut, baik hajat besar maupun hajat kecil selalu berada di atas dua buah batu yang dianggap angker di tengah sungai tersebut.
Rupanya upaya Eyang Jumali untuk menghilangkan keyakinan warganya dari keangkeran dua batu di tengah sungai tersebut berhasil juga. Lama kelamaan kepercayaan warga tentang keangkeran batu tersebut mulai hilang. Dan untuk mengenang jasa Eyang Jumali, setelah padepokan tersebut berubah menjadi sebuah perkampungan yang ramai, perkampungan tersebut dinamakan desa Tuyuhan. Berasal dari kata “Watu Kanggo Wuyuhan”. Sebagai bukti atas kebenaran cerita ini, kedua buah batu tersebut hingga kini masih ada dan dapat kita saksikan keberadaannya.
Kini padepokan milik Eyang Jumali tersebut telah berubah menjadi sebuah pesantren yang dipimpin oleh seorang ulama bernama Kyai Ahmadi. Adapun urut-urutan nasab Eyang Jumali hingga Kyai Ahmadi sebagi berikut.
Eyang Jumali mempunyai seorang putri bernama Nyai Rodhilah. Selanjutnya Nyai Rodhilah mempunyai seorang putra bernama Kyai Abdul Rahman. Kyai Abdul Rahman mempunyai seorang putra bernama Kyai Ibrohim. Kyai Ibrohim mempunyai seorang putra bernama Kyai Haji Tabelawi. Selanjutnya Kyai Haji Tabelawi mempunyai seorang putra bernama Kyai Ahmadi yang memimpin pesantren hingga sekarang ini. Dengan demikian jika kita melihat urutan nasab tersebut, Kyai Ahmadi adalah keturunan ke 6 dari Eyang Jumali.
Tentang keberadaan Eyang Jumali sebagi tokoh penyebar agama Islam, selain beliau itu memiliki ilmu agama yang luas, beliau juga memiliki keampuhan-keampuhan lain yang tidak dimiliki oleh sembarang orang. Antara lain:
1. Eyang Jumali mendirikan padepokan berada di tepi sungai. Tetapi setiap musim hujan datang dan terjadi banjir,  padepokan Eyang Jumali tidak pernah kemasukan air. Air banjir yang datang hanya terbendung secara ghoib di sekitar padepokan Eyang Jumali.
2. Pada sekitar tahun 1739 rumah salah satu saudara Eyang Jumali yang tinggal di Nganjuk Jawa Timur mengalami kebakaran. Tanpa diberitahu terlebih dahulu, Eyang Jumali dapat mengetahui musibah yang dialami oleh saudaranya itu. Maka Eyang Jumali segera mengajak beberapa orang pengikutnya untuk pergi ke sungai yang ada di sisi padepokan. selanjutnya para pengikutnya diajak menyiramkan air ke arah timur. Apa yang terjadi? Rumah saudara Eyang Jumali yang terbakar tiba-tiba dilanda hujan yang sangat lebat, padahal pada saat itu sedang musim kemarau. Api yang membakar rumah saudaranya itu akhirnya padam dalam waktu sesaat setelah hujan lebat tersebut.
3. Karena kemampuan Eyang Jumali tersebut, membuat kebesaran nama Eyang Jumali semakin melambung. Bahkan penguasa pada waktu itu merasa segan dan sangat menghormati Eyang Jumali.
Sekedar untuk diketahui, desa Tuyuhan terdiri dari 4 dukuhan. Yaitu dukuh Tuyuhan Kidul, Tuyuhan Lor, Murangan dan Karanglo. Pada masa penjajahan Belanda letak rumah kepala desa selalu berada di luar dukuh Tuyuhan. Kepala Desa memilih untu tinggal di dukuh Karanglo atau dukuh Murangan. Itulah cerita tentang asal usul kejadian desa Tuyuhan dan berbagai bentuk penjalanan hidupnya.
Sumber cerita : Buku Dongen Rakyat Kabupaten Rembang tahun 2009.

Lontong Tuyuhan

Khas Kota Rembang yang satu ini sudah banyak dikenal diluar Kota Rembang. Orang Rembang tidak ada yang tidak mengenal dengan khas kota ini. Nama makanan ini diambil dari nama sebuah desa dan hampir sebagian penduduk desa menjual makanan khas ini.

Lontong Tuyuhan, berasal dari desa Tuyuhan kecamatan Pancur Kabupaten Rembang. Hampir disetiap keramaian , di jalan-jalan kita temui pedagang lontong tuyuhan ini. Ciri pedagang ini biasane menggunakan angkring dari bambu dan penjalin yang dilengkapi lampu penerangan tradisional (teplok), dan penutup lampu terbuat dari batang pisang. Dan uniknya lontong ini tidak memanjang namun dibuat segitiga dengan ukuran satu porsi untuk setiap satu lontong segitiga dengan bungkus daun pisang.

Saat ini sudah banyak sekali kita temui dihampir setiap sudut-sudut kota dan sepanjang jalan celangapan - pamotan. Awal pertama kalinya berada di tepi jalan desa beraspal jurusan Lasem - Japerejo tepatnya di Desa Pandan yang saat sekarang ini masih ada. Menu Lontong Tuyuhan ini kuah seperti opor bersantan ada yang kental dan ada yang encer dengan tempe yang sudah dimasak bareng dalam kuah beserta ayam kampung yang sudah dipotong-potong . Segernya hemm...bikin ketagihan, bagi yang belum pernah mencoba silahkan mencoba ditanggung bisa ketagihan. Saya sendiri paling suka makan lontong tuyuhan ini bisa habis dua piring bisa dipastikan nambah.

Lontong Tuyuhan rasanya heemmm...bikin ketagihan...maknyuuuussss.

Fikih Zakat

Fikih Zakat

Zakat adalah salah satu di antara rukun Islam yang lima. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

بُنِيَ الْإِسْلَامُ عَلَى خَمْسَةٍ عَلَى أَنْ يُوَحَّدَ اللَّهَ وَإِقَامِ الصَّلَاةِ وَإِيتَاءِ الزَّكَاةِ وَصِيَامِ رَمَضَانَ وَالْحَجِّ

“Islam dibangun di atas lima dasar; Mentauhidkan Allah (bersyahadat Laailaahaillallah dan Muhammad Rasulullah), mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan berangkat Haji.” (HR. Muslim)

Kaum muslimin semuanya ijma’ tentang kewajiban zakat, barang siapa yang mengingkari kewajiban zakat, padahal ia mengetahui tentang wajibnya maka dia kafir. Dan barang siapa yang enggan membayar zakat, namun tetap mengakui kewajibannya maka dia telah berdosa besar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْ صَاحِبِ ذَهَبٍ وَلَا فِضَّةٍ لاَ يُؤَدِّيْ مِنْهَا حَقَّهَا إِلاَّ إِذَا كاَنَ يَوْمُ اْلقِيَامَةِ صُفِّحَتْ لَهُ صَفَائِحُ مِنْ نَارٍ فَأُحْمِيَ عَلَيْهَا فِيْ نَارِ جَهَنَّمَ فَيُكْوَى بِهَا جَنْبُهُ وَجَبِيْنُهُ وَظَهْرُهُ كُلَّمَا بَرَدَتْ أُعِيْدَتْ لَهُ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِيْنَ أَلْفَ سَنَةٍ حَتَّى يُقْضَى بَيْنَ اْلعِبَادِ

“Tidak ada pemilik emas maupun perak yang enggan membayar zakatnya kecuali pada hari kiamat akan dibuatkan untuknya lempengan-lempengan dari api, lalu dipanaskan di neraka Jahanam kemudian disetrika dahi, lambung dan punggungnya dengannya. Setiap kali menjadi dingin, maka diulangi lagi dalam sehari yang lamanya 50.000 tahun sampai diputuskan masalah di kalangan manusia.” (HR. Muslim)

Bagi orang yang enggan itu wajib diambil zakatnya secara paksa oleh pemerintah Islam ditambah dengan separuh hartanya diambil juga sebagai hukuman buatnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

وَمَنْ مَنَعَهَا فَإِنَّا اخِذُوْهَا وَ شَطْرَ مَالِهِ عَزْمَةً مِنْ عَزَمَاتِ رَبِّنَا

“Dan barang siapa yang enggan berzakat, maka kami akan mengambilnya beserta separuh hartanya, sebagai perintah keras di antara perintah-perintah Tuhan kami.” (Hasan, HR. Abu Dawud, Nasa’i dan Ahmad)

Jika sekelompok orang enggan membayar zakat, padahal mereka meyakini wajibnya, dan mereka memiliki kekuatan, maka diperangi oleh pemerintah hingga mereka mau membayar zakat sebagaimana yang dilakukan oleh Abu Bakar Ash Shaddiq, ia pernah berkata, “Demi Allah, jika mereka tetap enggan membayar zakat unta yang mereka bayar dahulu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tentu aku akan memerangi mereka.” (HR. Bukhari)

Hikmah Zakat

Zakat memiliki banyak hikmah, di antaranya adalah membersihkan jiwa dari sifat bakhil dan tamak, membantu kaum fakir dan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang-orang kaya saja.

Macam-macam zakat

Berikut beberapa macam zakat:

1.  Emas dan perak

Allah Azza wa Jalla berfirman:

“Dan orang-orang  yang menyimpan emas dan perak serta tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka,  siksa yang pedih." (terj. At Taubah: 34)

Tidak menafkahkannya di ayat ini adalah tidak mengeluarkan zakatnya.

Zakat pada emas dan perak berlaku baik yang berbentuk logam, masih belum diolah (seperti barang tambang), sudah menjadi perhiasan dsb. berdasarkan keumuman dalil wajibnya zakat pada emas dan perak tanpa perincian. Ukuran wajib zakat (nishab) pada emas adalah 20 dinar. Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

إِذَا كَانَتْ لَكَ مِائَتَا دِرْهَمٍ -وَحَالَ عَلَيْهَا اَلْحَوْلُ- فَفِيهَا خَمْسَةُ دَرَاهِمَ, وَلَيْسَ عَلَيْكَ شَيْءٌ حَتَّى يَكُونَ لَكَ عِشْرُونَ دِينَارًا, وَحَالَ عَلَيْهَا اَلْحَوْلُ, فَفِيهَا نِصْفُ دِينَارٍ, فَمَا زَادَ فَبِحِسَابِ ذَلِكَ, وَلَيْسَ فِي مَالٍ زَكَاةٌ حَتَّى يَحُولَ عَلَيْهِ اَلْحَوْلُ

“Apabila kamu memiliki dua ratus dirham dan telah lewat satu tahun, maka zakatnya lima dirham, dan tidak wajib bagimu zakat sampai kamu memiliki dua puluh dinar dan berlalu satu tahun terhadapnya, maka (jika demikian) zakatnya setengah dinar. Jika lebih, maka zakatnya menurut perhitungan itu dan tidak ada zakat pada harta kecuali setelah lewat satu tahun.” (Hasan, HR. Abu Dawud dan Daruquthni)

1 dinar = 4 ¼ gram. Jadi 20 dinar = 85 gram emas. Untuk nishab perak adalah 200 dirham (595 gram perak), zakat yang dikeluarkan pada emas dan perak adalah 1/40 (2,5 %).

Zakat juga wajib pada uang kertas, karena ia pengganti perak, apabila uang kertas tersebut telah mencapai nishab perak, maka wajib dikeluarkan zakatnya setelah lewat satu tahun penuh (haul) dengan menggunakan tahun hijriah. Kewajiban zakat pada emas, perak dan mata uang ini berlaku baik hartanya ada padanya maupun pada tanggungan orang lain (piutang), oleh karena itu zakat wajib pada piutang (baik pemberian pinjaman, orang lain belum membayar barangnya yang sudah dibeli maupun orang lain menyewa tetapi belum dibayar), yakni jika piutang tersebut ada pada orang kaya atau pada seseorang, di mana dia mampu mengambilnya kapan saja jika mau, maka ia zakatkan dengan cara menggabungkan dengan harta yang ada di tangannya untuk setiap tahun atau ia tunda zakatnya hingga menerima piutang tersebut lalu ia zakatkan untuk beberapa tahun yang telah lewat. Namun jika piutang itu ada pada orang yang susah atau suka menunda-nunda pembayaran di mana si peminjam agak sulit mengambilnya maka tidak dikenakan zakat sampai ia menerima, lalu ia keluarkan zakatnya setahun saja meskipun telah berlalu beberapa tahun.

2.  Yang keluar dari bumi; berupa biji, buah-buahan, dan rikaz,

Allah Ta’ala berfirman:

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah  sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu."  (terj. Al Baqarah: 267)

Dikenakan zakat pada biji dan buah-buahan apabila telah mencapai nishab (ukuran wajib zakat), yaitu 5 wasaq, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لَيْسَ فِيْ حَبٍّ وَلَا ثَمَرٍ صَدَقةٌ حَتَّى يَبْلُغَ خَمْسَةَ أَوْسُقٍ

“Tidak kena zakat pada biji dan buah-buahan sampai mencapai lima wasaq.” (HR. Muslim)

1 wasaq = 60 sha’, jadi 5 wasaq = 300 sha’, yakni sesuai sha’ Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang timbangannya jika berdasarkan ukuran burr/gandum yang bagus 1 sha’= 2040 gram atau 2,04 kg, sehingga nishab tanaman berdasarkan ukuran tersebut adalah 612 kg, kurang dari ukuran ini tidak kena zakat. Yang wajib dikeluarkan adalah 1/10 apabila disirami tanpa beban/biaya (yakni atsariy, tanaman tersebut menyerap air dengan akarnya, terkena aliran air dari mata air atau sungai termasuk yang tumbuh dengan siraman air hujan) dan apabila disirami dengan biaya/beban (seperti dengan timba atau tenaga binatang) maka yang wajib dikeluarkan adalah 1/20.

Buah yang wajib dizakatkan adalah tamar (kurma) dan zabib (anggur kering/kismis). Adapun buah-buahan lainnya seperti apel, semangka, mangga dsb. termasuk sayur-sayuran maka tidak terkena zakat.

Biji-bijian yang harus dizakatkan adalah segala biji yang dapat mengenyangkan (makanan pokok) dan bisa disimpan seperti gandum, sya’ir (semisal dengan beras), jagung, beras dsb. Zakat pada buah dan biji-bijian ini tidak memakai haul. Buah dan biji-bijian dikeluarkan zakatnya ketika hari memetiknya (lihat surat Al An’aam: 141).

Rikaz (harta karun)

Rikaz adalah harta pendaman orang-orang jahiliyyah yang diambilnya tanpa membutuhkan biaya dan tanpa susah-payah, orang yang menemukan di area tanahnya atau di rumahnya harta pendaman tersebut, ia wajib mengeluarkan zakatnya yaitu 1/5. Zakat pada rikaz tidak memakai nishab dan haul.

3.  Binatang ternak

Syaratnya adalah: (1) Sampai batas nishabnya, (2) Lewat satu tahun, (3) Binatang yang cari makan sendiri (saa’imah) di rerumputan mubah pada sebagian besar hari-harinya dalam setahun bukan dengan biaya dan (4) Binatang tersebut bukan untuk dipekerjakan, tetapi untuk ternak/nasl dan diambil susunya.

a. Unta

    Nishab unta adalah 5 ekor, dan perhitungannya adalah sebagai berikut

    Jumlah Onta
   

    Jumlah yang dikeluarkan.

    5 ekor   - 1 syaath
   10 ekor - 2 syaath
   15 ekor - 3 syaath
   20 ekor - 4 syaath
   25 ekor - seekor bintu makhadh atau ibnu labun bila tidak ada
   36 ekor - seekor bintu labun
   46 ekor - seekor hiqqah
   61 ekor - seekor jadza’ah
   76 ekor - 2 ekor bintu labun
   91 ekor - 2 ekor hiqqah
   
Syaath artinya kambing, yakni jika domba (kira-kira yang usianya hampir setahun (seperti 8 atau 9 bulan)), sedangkan jika kambing biasa (yang usianya setahun).

Bintu makhaadh adalah unta betina yang berumur satu tahun dan masuk tahun kedua.

Ibnu Labun adalah unta jantan yang berumur dua tahun dan masuk tahun ketiga.

Bintu labun adalah unta betina yang berumur dua tahun dan masuk tahun ketiga.

Hiqqah adalah unta betina yang berumur tiga tahun dan masuk tahun keempat.

Jadza’ah adalah unta betina yang berumur empat tahun dan masuk tahun kelima.

Selanjutnya dalam setiap 40 ekor zakatnya 1 bintu labun, dan dalam setiap 50 ekor zakatnya 1 hiqqah. Contoh:

121 ekor - 3 ekor bintu labun
130 ekor - seekor hiqqah dan 2 ekor binta labun
140 ekor - 2 ekor hiqqah dan 1 ekor bintu labun
 
Catatan:

Jika seseorang terkena kewajiban mengeluarkan binatang yang berusia tertentu, namun ternyata tidak ada, maka ia boleh mengeluarkan binatang yang kurang usianya dengan ditambah mengeluarkan dua kambing atau uang senilai dua puluh dirham. Tetapi jika ternyata binatang yang ada usianya lebih dari yang ditentukan, maka ia boleh mengeluarkannya, hanya saja si ‘amil (petugas zakat) harus memberikan kepadanya dua kambing atau dua puluh dirham untuk menutupi kelebihannya. Contoh: ia terkena zakat jadza’ah, namun tidak punya jadza’ah, yang dimilikinya adalah hiqqah maka bisa diterima hiqqahnya dengan ditambah 2 kambing atau 20 dirham.

Jika ia terkena zakat hiqqah, namun ia tidak punya hiqqah, tetapi ia mempunyai jadza’ah maka bisa diterima jadza’ahnya, hanya saja nanti si amil memberikan kepada pemberi zakat 20 dirham atau dua kambing.

Lain halnya dengan Ibnu Labun, ia bisa sebagai pengganti bintu makhaadh tanpa tambahan.

b. Sapi (termasuk juga kerbau)

    Nishab sapi adalah 30 ekor, dan perhitungannya adalah sbb:

    Jumlah Sapi
   

    Jumlah yang di keluarkan

    30 ekor - seekor tabi’ atau tabi’ah
   40 ekor - seekor Musinah
   60 ekor - 2 ekor tabi’ atau 2 ekor tabi’ah
   70 ekor - seekor tabi’ dan seekor musinah
   80 ekor - 2 ekor Musinnah

   Tabi’/tabi’ah adalah sapi yang berusia 1 tahun.

   Musinnah adalah sapi yang berusia 2 tahun.

    Selanjutnya, dalam setiap 30 ekor zakatnya 1 tabi’ dan dalam setiap 40 ekor zakatnya 1 musinnah.

4.  Kambing (baik kambing domba maupun kambing biasa)

     Nishab kambing adalah 40 ekor, dan perhitungannya adalah sbb:

     Jumlah kambing
   

    Jumlah yang dikeluarkan

    40 ekor   - 2 ekor Musinnah
    121 ekor - 2 ekor syaath
    201 ekor - 3 ekor syaath
    Lebih dari 300 ekor - setiap seratus satu ekor syath
    Sehingga jika jumlah kambing 400 ekor, maka zakatnya empat kambing, 500 ekor zakatnya lima kambing   dst.

Catatan:

-   Tidak ada zakat dalam waqsh. Waqsh artinya antara dua batasan. Pada zakat kambing misalnya, antara 40 dengan 121 (yakni 41-120) disebut waqsh, tidak kena zakat. Jika sudah mencapai 121, barulah terkena dua ekor kambing.

-   Hendaknya petugas zakat mengambil hewan zakat yang pertengahan (tidak hewan yang jelek atau yang sangat berharga).

-    Anak hewan yang baru lahir dari hewan saa’imah yang sudah terkena zakat dan pada laba yang baru dari barang yang hendak didagangkan, maka haul keduanya (yakni anak hewan saa’imah dan laba yang baru) mengikuti asalnya (hewan sa’imah dan harta perniagaan yang sudah mencapai nishab). Jika asalnya belum mencapai nishab, maka haulnya dimulai dari sejak sempurna nishabnya.

5.  Barang yang hendak didagangkan,

Barang tersebut bisa berupa rumah, tanah, hewan, makanan, mobil maupun barang-barang yang lain, ia jumlahkan berapa nilainya. Jika dijumlahkan telah mencapai nishab (baik nishab emas maupun perak), maka setelah lewat haul wajib dikeluarkan zakatnya yaitu 1/40, hal ini untuk barang-barang dagangan mudaarah/dipasarkan (yang dijual dengan harga hari itu juga, tanpa menunggu naiknya harga). Sedangkan untuk barang-barang yang muhtakarah/disimpan (yang dijual ketika harga naik) maka jika telah mencapai nishab, ia wajib mengeluarkan pada hari penjualannya untuk setahun saja meskipun barang tersebut sudah ada padanya bertahun-tahun karena menunggu naiknya harga. Namun menimbun barang jika mengakibatkan orang-orang menderita karena dibutuhkannya barang tersebut, hukumnya adalah haram.

Contoh perhitungannya adalah sbb:

Sorang pedagang menjumlahkan barang dagangan dengan jumlah total Rp. 200.000.000,- dan laba bersih sebesar Rp.50.000.000,- sementara dia mempunyai hutang sebesar 100.000.000,-. Maka modal dikurangi hutang:

200.000.000 - 100.000.000 = 100.000.000.

Jumlah harta zakat:

100.000.000 + 50.000.000 = 150.000.000

maka zakat yang wajib dikeluarkan setelah berlalu haul adalah 150.000.000 x 1/40 = 3.750.000,-

Catatan: Tidak ada zakat pada barang-barang yang disiapkan seseorang untuk memenuhi kebutuhannya misalnya makanan, minuman, kasur, tempat tinggal, hewan, kendaraan, barang-barang yang dipakai lainnya selain perhiasan emas dan perak. Demikian juga tidak ada zakat pada barang-barang yang disiapkan untuk disewa seperti rumah, kendaraan, dsb. yang kena zakat adalah upahnya jika sudah mencapai nishab atau akan mencapai nishab jika digabung dengan harta sejenisnya dan telah lewat satu tahun.

6.  Zakat fithri (zakat fitrah)

Zakat Fitri diwajibkan kepada orang Islam baik yang merdeka, maupun yang budak, yang tua maupun yang muda, besar-kecil, laki-laki maupun perempuan. Adapun janin maka tidak wajib padanya zakat, namun disukai mengeluarkannya.

Singkatnya, zakat fitri ini wajib bagi setiap muslim yang memiliki kelebihan makanan pokok untuk diri dan orang yang diranggungnya sehari semalam, ia wajib mengeluarkan bagi dirinya dan bagi orang yang ditanggungnya seperti isterinya, anaknya dan pembantunya bila mereka beragama Islam. Ukuran zakat fitri yang harus dikeluarkan adalah 1 sha’ (1 sha’ = 4 mud, atau kira-kira 2,04 kg atau 2040 gram). Hal ini menggunakan ukuran gandum, namun jika beras ukuran sedang, kira-kira 2,33 kg atau 2,7 liter (berdasarkan ukuran 2040 g jika dimasukkan ke dalam sebuah takaran).

Namun qamh/gandum cukup dikeluarkan setengah sha’.

Catatan: Yang dikeluarkan dalam zakat fithri adalah makanan pokok sesuai kebiasaan setempat. Tidak ada riwayat yang menyebutkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengeluarkan zakat fitri dengan uang.

Waktu wajib zakat fitri adalah saat matahari tenggelam malam Idul Fitri, dan boleh dikeluarkan sehari atau dua hari sebelum Idul Fitri. Zakat fitri lebih diutamakan diberikan kepada kaum fakir dan miskin daripada 8 asnaf lainnya di surat At Taubah: 60.

Oleh: Ustadz Marwan bin Musa

Maraaji’: Majaalis Syahri Ramadhan (Syaikh Ibnul ‘Utsaimin), dan Panduan praktis menghitung Zakat (Adil Rasyaad Ghanim), Subulus Salaam dan Fiqhus Sunnah.

Tutorial Membuat Read More Otomatis di Blog

Tutorial Membuat Read More Otomatis di Blog – Seringkali banyak para blogger yang masih kebingungan untuk membuat readmore secara otomatis di blog mereka, walaupun banyak sekali artikel-artikel yang membahas bagaimana cara membuat readmore otomatis. Disini saya akan menjelaskan cara membuat readmore otomatis secara detail sehingga blogger pemula sekalipun bisa membuatnya.

Ngomong-ngomong mungkin blogger pemula masih kebingungan readmore itu sendiri apa ? Read more adalah penggalan dalam sebuah artikel, biasanya hanya menampilkan beberapa kalimat saja dan biasanya di tandai dengan kata “READ MORE”, “BACA SELENGKAPNYA”, ” LANJUTKAN MEMBACA”, dll.

Manfaat readmore juga untuk mempersingkat atau merapihkan artikel yang panjang, jadi postingan artikel anda akan tersusun rapi dengan hanya menampilkan gambar dan beberapa kalimat saja.

Cara membuat readmore otomatis dengan gambar

    Silahkan buka template anda. Pilih: TEMPLATE >> EDIT HTML.
    Cari Kode </head>.
    Copy paste kode dibawah ini tepat di atas kode </head>

<!--ReadMore http://trikseosimple.blogspot.com-->

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<style>
.post-body{text-align:justify;}
.post-body img{max-width:none;width:auto;}
.read-more{float:left; padding-top: 10px;}
.read-more a{ color: #fff!important;text-shadow:0 1px 0 rgba(0,0,0,0.5);background:#0457A9;  text-decoration:none;font:bold 13px Arial;padding:5px;}
.read-more a:hover{text-decoration:none;background:#666;}
.pic{border: 10px solid #fff;float:left;height:165px;width:250px;margin-right: 20px;margin-bottom:10px;overflow:hidden;box-shadow: 5px 5px 5px #111;}
.grow img{height:165px;width:250px;transition: all 2s ease;}
.grow img:hover{width:400px;height:250px;}
</style>
<script type='text/javascript'>
var thumbnail_mode = &quot;yes&quot;; //yes -dengan gambar, no -tanpa gambar
summary_noimg = 300; //banyaknya huruf jika tidak ada gambar
summary_img = 250; //banyaknya huruf jika ada gambar
img_thumb_height = 165;
img_thumb_width = 250;
</script>
<script type='text/javascript'>//<![CDATA[
function removeHtmlTag(strx,chop){if(strx.indexOf("<")!=-1){var s = strx.split("<");for(var i=0;i<s.length;i++){if(s[i].indexOf(">")!=-1){s[i] = s[i].substring(s[i].indexOf(">")+1,s[i].length);}}strx =  s.join("");}chop = (chop < strx.length-1) ? chop : strx.length-2;while(strx.charAt(chop-1)!=' ' && strx.indexOf(' ',chop)!=-1) chop++;strx = strx.substring(0,chop-1);return strx+'...';}function createSummaryAndThumb(pID){var div = document.getElementById(pID);var imgtag = "";var img = div.getElementsByTagName("img");var summ = summary_noimg;if(thumbnail_mode == "yes"){if(img.length>=1){imgtag = '<div class="grow pic"><img src="'+img[0].src+'" width="'+img_thumb_width+'px" height="'+img_thumb_height+'px"/></div>';summ = summary_img;}}var summary = imgtag + '<div>' + removeHtmlTag(div.innerHTML,summ) + '</div>';div.innerHTML = summary;}
//]]></script>
</b:if>
</b:if>

<!--Auto Read More Akhir-->

Ø  Save Template anda.

Ø  Kemudian scroll template anda kebawah cari kode seperti berikut:


Ket: Kata kuncinya adalah didalam kotak hitam "BLOG POSTS / POSTINGAN BLOG" jika anda menggunakan bahasa indonesia.

Ø  Jika suda menemukan kode seperti gambar di atas silahkan klik anda panah kecil warna hitam sebelah kiri.

Ø  Setelah tanda panah kecil di klik maka akan ada tampilan seprti gambar berikut


Ø  Cari kode yang di tandai dengan kotak hitam. "POST' VAR='POST'".

Ø  Setelah ketemu klik tanda panah yang lurus dengan kode tersebut.

Ø  selanjutnya akan terbuka kode kode yang lain.

Ø  geser atau scrol ke bawah dan cari kode

 <data:post.body/>

Ø   Setelah ketemu hapus kode diatas dan ganti dengan kode dibawah ini:

<!-- Auto read more Mulai -->
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<data:post.body/>
<b:else/>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'>
<data:post.body/>
<b:else/>
<div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div>
<script type='text/javascript'> createSummaryAndThumb(&quot;summary<data:post.id/>&quot;);
</script>
      <div class='read-more'>
      <a expr:href='data:post.url'>Baca Selengkapnya &#187;</a>
      </div>
</b:if>
</b:if>
<!-- Auto read more Akhir -->

Ø  Klik SAVE / SIMPAN dan lihat hasilnya.

Terlihat seperti sulit tetapi jika sambil di praktekan pasti bisa karena ini sudah sangat detail, jika saya menjelaskan dengan singkat mungkin para blogger pemula tidak akan mengerti atau kesusahan membuatnya.

Demikian dulu dari saya untuk cara membuat readmore semoga bermanfaat dan jika masih ada yang tidak dimengerti anda dipersilahkan untuk bertanya langsung.

Cara Membuat Daftar Isi Dengan Scroll

Jika pada Daftar isi halaman penuh , daftar isi pada widget ini dapat diberi fungsi scroll. sehingga tidak memakan banyak tempat di blog frends dan tampil lebih profesional di blog.

walaupun hanya tampil pada widget blog frends tetap saja tidak keliatan berantakan. jika frends ingin melihat contohnya, liat di bawah ini :






Jika frends tertarik untuk memasangnya di blog frends? ikuti langkah-langkah dibawah ini :

1. login ke blogger.com
2. masuk ke halaman Tata Letak
3. klik Edit HTML. pada window baru pilih HTML/Javascript
4. buat judulnya terserah frends. kemudian, masukkan kode berikut di kotak yang tersedia :

<center>
<div style="border: 4px solid rgb(0, 0, 0); height: 200px; overflow: auto;">
<link href="http://blogdaftarisi.googlecode.com/files/acc-toc.css" media="screen" rel="stylesheet" type="text/css" />
<script src="http://blogdaftarisi.googlecode.com/files/toc.js">
</script>
<script src="
http://athallahrajungan.blogspot.com/feeds/posts/summary?max-results=1000&alt=json-in-script&callback=loadtoc">
</script>
<script type="text/javascript">
var accToc=true;
</script>
</div>
<center>


ket : ganti kode yang berwarna merah dengan alamat blog frends. sedangkan kode yang berwarna biru dengan tingginya.

5. simpan dan lihat hasilnya

begitulah Cara Membuat Daftar Isi Dengan Scroll semoga bermanfaat untuk frends sekalian semuanya.

Tutorial Menu Bar di Blogspot

Hallo, kawan sudah pada tau menubar itu apa kan? Menubar adalah sebuah kotak tab/bar yang isinya berupa navigasi link. Fungsi menubar yaitu untuk menyimpan link-link penting di suatu blog, agar pengunjung dapat lebih mudah mengunjungi halman - halaman utama yang ada pada suatu blog itu.
 oke ini adalah gambarnya :


 Gimana kawan mau moncobanya ?
berikut caranya:
1. Login ke akun Blogger kawan
2. Sekarang Klik Template
3. Klik EDIT HTML
4. Sekarang Cari Kode agar mudah dalam pencarian tekan Ctrl+f
5. Letakan kode di bawah tepat di atas kode


<style type='text/css'>
#tabs28 {   float:left;   width:100%;   background:#fff;   font-size:93%;   line-height:normal; border-bottom:1px solid #DD740B;   }
 #tabs28 ul { margin:0; padding:10px 10px 0 50px; list-style:none;   }
#tabs28 li {   display:inline;   margin:0;   padding:0;   }
#tabs28 a {   float:left;   background:url(&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpWsW-62PmiUlQ2DE_t9fPhOtTafmB5VdbxdRrS8t7ziMYDjairh2XdqkFoHIbLil40OkRVq02xvx2Kho5TXWopBEfXYEktX8YPfyVdpgIhezu_S6gKbNrumQFFwnkE6aSQ4CKfysaafbz/s1600/slide-left.gif&quot;) no-repeat left top;   margin:0;   padding:0 0 0 5px;   text-decoration:none;   }
#tabs28 a span {   float:left;   display:block;   background:url(&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgoab3kxSe-uWT3ULF3cv3_cnja1OYInDyBeOF7L9TsflAAHgEe-GDdZX7hn3qP1cSTbNlNVYu7-EX_mI603KiGBi7LbH3KIPJ1kpxdkmAEGkV5QV7ZhCtbmEYwhQyq6e_FD7cKdJ06TzgZ/s1600/side-right.gif&quot;) no-repeat right top;   padding:5px 15px 4px 6px;   color:#FFF;   }
#tabs28 a span {float:none;}  #tabsI a:hover span {   color:#FFF;   } #tabs28 a:hover {   background-position:0% -42px;   }
#tabs28 a:hover span {   background-position:100% -42px;   }</style>


Catatan: Anda Boleh Ganti tulisan 10 dengan yang anda inginkan(fungsinya untuk panjang jarak atas) Anda Boleh Ganti tulisan 50 dengan yang anda inginkan(fungsinya untuk panjang sebelah kiri)
7. Sekarang kita menuju ke layout
8. Klik Tambahkan Gadget dan pilih 'HTML/Javascript
9. Letakan script html di bawah ini di kolom yang disediakan. (Ingat, untuk kolom judul gadget tidak perlu diisi)

<div id="tabs28">

<ul>
<li><a href="#"><span>Home</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 1</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 2</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 3</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 4</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 5</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 6</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 7</span></a></li>
<li><a href="#"><span>Link 8</span></a></li>
</ul>

</div>

10. Klik Simpan catatan: ganti tanda # dengan alamat URL
                                      ganti Link 1 - Link8 dengan nama menu yang anda inginkan,

oke kawan selamat mencoba, Semoga Bermanfaat..!